Selasa, 16 September 2014

Education Based on Character?



Kelas SBS Malang

Dalam diskusi perkuliahan Genius Campus di SBS (Sang Bintang School) Building kemaren, kami berdiskusi tentang kasus target nilai bukan kemampuan pada pendidikan formal di Indonesia, dengan pisau analisa Why, What, How, kami membedahnya panjang lebar kasus yang sebenarnya semua orang tahu itu.

READ MORE - Education Based on Character?

Alumnae Speak Out Happy, Spiritful, Genius!



Zulfa Nabila, siswa SMA 2, alumni angkatan 1: “My good experiences are my sister likes with the progress which I have. And then, I’m excellent to teach my student. He is my cousin. He gets good score in English test. He got ten. I tell my story about easy method to learn English to my sister. So, she want me to teach her daughter. And amazing experience is: I can speak, write and use good grammar, and get much new information in the world.”
READ MORE - Alumnae Speak Out Happy, Spiritful, Genius!
Rabu, 10 September 2014

About Us

Sang Bintang School adalah sebuah Kombinasi kursus -Trining Pertama di Indonesia tanpa mencatat, tanpa menghafal, tanpa PR, dengan menggunakan metode belajar yang spektakuler. dalam 6 minggu anda akan di latih menguasai lebih dari 1.000 kosa kata, menguasai 16 tenses dan grammar dasar teknik berbicara, membaca, mendengar, tehnik menulis dan presentasi.

 Sang Bintang School memperkenalkan kembali makna mengajar dengan hati, dan belajar dengan pikiran. dua kalimat yang seakan hilang dari pendidikan kita.sehingga belajar menjadi beban bagi guru dan menjadi ancaman bagi murid. Kita ingin generasi thomas Alfa Edison dan Ibnu Sina kembali lahir. generasi yang tak pernah kenyang dengan ilmu. generasi yang tahu makna indahnya belajar.

Metode yang digunakan dalam Sang Bintang School ini sederhana, yakni mengajar dengan hati dan belajar dengan pikiran (Teaching by heart and learning by mind). karena hati dan pikiran adalah kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Maka kami hanya memperkerjakan pengajar-pengajar yang bisa dan mau memakai hatinya. Karena menurut kami semua kegagalan siswa tak lain karena pengajarnya.Guru yang telah membawa hati didalam kelasnya, akan mampu mengajak murid bersungguh-sungguh belajar dan kesungguhanlah yang akan membuat murid sukses dalam semua bidang pelajaran.
 Profil Sang Bintang School Lengkap disini

Program unggulan kami adalah Kampoenk Jenius Bahasa Inggris "6 MINGGU BISA!", Metode Kampoenk Jenius yaitu Tanpa Menghafal, Tanpa Mencatatm Tanpa PR.


SBS English Creative Malang
'Metode: Tanpa Mencatat, Tanpa Menghafal,& Tanpa PR, Gagal? Mengulang Gratis'

Jl.Ijen No.79 Malang
Telp. 085649755952 |PIN 7EE1D37D
Daftar Online: www.sbsmalang.blogspot.com
READ MORE - About Us
Selasa, 09 September 2014

Permudah Cara Belajar Anda, Kuasai Bahasa Inggris


“Six weeks is a short time, but although only six weeks, it’s as same as six years comparison with the result... “ Jhon Thompson (alumni angkatan ke-3)

Bahasa Inggris menjadi momok banyak orang negeri ini. Pengucapan yang sulit, kosakata yang banyak, serta tenses yang rumit sering menjadi alasan kegagalan penguasaannya. Tidak cukup hanya itu, motivasi yang naik turun serta cara belajar yang tidak menyenangkan menjadi alasan berikutnya.

READ MORE - Permudah Cara Belajar Anda, Kuasai Bahasa Inggris
Jumat, 15 Agustus 2014

Panduan Kuliah dan Hidup di Kota Malang

Tugu Kota Malang
Memasuki tahun ajaran baru seperti ini jumah penduduk Malang naik drastic berlipat-lipat. Bukan karena masyarakatnya hobi melahirkan, akan tetapi serbuan mahasiswa baru yang ingin menimba ilmu di Kota berhawa sejuk ini puluhan ribu jumlahnya. Mereka datang dari berbagai daerah di pulau jawa maupun luar jawa. Malang sudah lama menjadi kota pilihan tempat studi karena memang di kota ini terdapat pulhan perguruan tinggi termasuk di dalamnya 4 perguruan tinggi negeri, UIN Maulana Malik Ibrahim , Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM)   dan Politeknik Negeri Malang. Kampus swasta seperti Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Ma Chung University juga tak kalah kerennya dengan kampus negeri. Malahan dalam beberapa hal mereka lebih unggul.

Malang menjadi pilihan tempat studi karena suasananya yang memang sangat kondusif untuk belajar. Tak heran ia menyadang julukan kota pelajar. Warnet-warnet terdapat hampir di tiap gang dan kompleks ruko. Bagi yang membawa lapto, akses internet terdapat dimana-mana. Mulai dari hotspot free di kampus-kampus sampai kafe-kafe yang meyediakan akses internet via wifi gratis. Bahkan warung makan kecil di mulut gang pun menyediakan wifi gratis. Dan jangan lupa,kota Malang mempunyai sebuah perpustakaan umum yang besar dengan koleksi buku yang super lengkap dan up to date.

Selain fasilitas tadi, biaya hidup di kota ini cukup terjangkau untuk ukuran mahasiswa. Mau cari kos dengan budget 100 ribu per bulan? Ada! Makan enak dengan modal 3 rebu? Bisa!! Dengan modal 10 rebu, kamu sudah bisa menonton film kesayangan kamu di XI.

Kalau butuh refreshing akhir pekan setelah seminggu berjibaku dengan kuliah, tempat rekreasi bertebaran dimmana-mana karena Malang juga menjadi tempat berakhir pekan buat masyarakat Jawa Timur. Dari pemandian air panas sampai dengan wahana wisata modern tersedia dengan tiket masuk yang sangat-sangat murah.
           
Bagi kamu yang akan memasuki perguruan tinggi tahun ini, ada beberapa hal yang harus kamu siapkan. Kamu harus menyiapkan jaket sebagai salah satu fashion item yang wajib. Bulan Juni sampai dengan September adalah masa dimana suhu di Kota malang berada pada titik terendah. Apalagi kalau malam hari. Kalau mau hidup nyaman, siapkan selimut tebal dan jaket. Beli di malang juga bisa kalau mau lebih praktis. Distro-distro dengan koleksi fashion yang up to date bertebaran dengan jarak tidak lebih dari 100 meter. Mulai dari yang high class sampai yang murah meriah dengan koleksi sejuta umat.

Buat keperluan kuliah juga mudah di dapat. Took-toko Buku besar maupun kecil bertebaran. Dan hampir sepanjang tahun, ada saja event book fair tempat mendapatkan buku dngan harga obral. Selain itu, terdapat satu kompleks khusus yang menjual buku-buku second hand. Toko Buku diskon Toga Mas juga terdapat di kota ini.

Nah, sekarang kamu tinggal packing dan segera datang ke Kota Malang.
Lots of fun awaits…!!


Penulis: ERIK MARANGGA
               Trainer SBS Nasional, Traveller, Penulis, Akademisi




SBS English Creative Malang 
"Kursus Bahasa Inggris Efektif & Cepat dengan metode unik"
Jl. Ijen No 79 Malang 
Telp. 085649755952|PIN : 75B5FEF1
Daftar Online --> www.sbsmalang.com
READ MORE - Panduan Kuliah dan Hidup di Kota Malang
Jumat, 08 Agustus 2014

Karena Kita Sedang Membangun Karakter

Saya menyelesaikan semua rangkaian pendidikannya tanpa hambatan berarti. Dukungan penuh orang tua saya membuat saya menyelesaikan pendidikan SD-S1 dengan lancar. Bahkan bisa dibilang bertabur bintang. Juara 1 kelas tidak pernah saya lepas dari tangan saya sejak SD-SMP. Ketika di SMA pun walaupun tertatih saya lulus dengan genggaman juara 1 di tangan. Memasuki bangku kuliah, saya tidak mencetak angka-angka tadi karena di kampus tidak ada laporan yang menyebutkan anda juara atau tidak. Saya tidak merasakan suasana kompetisinya, jadi saya tenang-tenang saja.

Di kampus saya (waktu saya kuliah) tidak ada sebuah pengumuman yang menginformasikan siapa yang mendapatkan nilai terbaik (IP tertinggi di akhir semester). Jadi, kalau anda mendapatkan nilai rendah, anda  tidak akan merasa terisntimidasi dan terlena dengan nilai anda. Bahkan saya pernah mendapatkan nilai yang amat buruk (dibandingkan dengan nilai anak-anak dig geng saya yang bertabur A). Akan tetapi saya selalu punya motivator ulung; ibu saya. Ibu saya tidak pernah mengomeli saya karena nilai saya buruk. Beliau malah memotivasi dan menambahkan tawaran uang jajan agar saya bias belajar lebih tenang.

Sampai akhirnya saya mulai khawatir karena harus menulis skripsi sedangan saya sama sekali tidak menguasai apa yang telah saya pelajari selama bersemester-semester di kampus. Kondisi ini membangunkan saya dari kecuekansaya terhadap kuliah. Saya mulai membaca buku-buku yang berkaitan dengan disiplin ilmu saya dan mencoba membuat fokus untuk saya jadikan skripsi saya. Saya cukup serius membaca buku-buku itu. Saya mulai merasakan nikmatnya berlama-lama membaca di perpustakaan dan membuat note-note kecil untuk bahan skripsi. Dasar saya orangnya dreamy, saya mulai membanding-bandingkan. Mungkin seperti ini nikmatnya belajar ala anak-anak Harvardatau Leiden itu. Pada waktu itu saya benar-benar cinta sama yang namanya perpustakaan dan menulis skripsi.

Ketika akan menghadapi sidang akhir skripsi untuk menentukan kelulusan, saya sedikit was-was juga. Pasalnya dari cerita teman-teman saya yang sudah melewati tahap ini, sidang ini adalah semacam pembantaian oleh para dosen penguji yang membuat kebanyakan mahasiswa harus berkeringat dingin bahkan yang mentalnya lemah, menangis.

Tapi pada waktu itu saya malah tidak pernah mempersiapkan khusus untuk mendalami materi dalam rangka menghadapi ‘pembantaian’. Yang saya lakukan untuk persiapan malah tidak ada hubungannya sama sekali dengan materi skripsi saya. Malam sebelum ujian skripsi saya malah sibuk mutar-mutar di mal mencari outfit yang keren untuk saya pakai pada ujian skripsi saya. Saya juga sibuk diskusi sama mbak-mbak pramuniaga yang jaga outlet parfum tentang aroma parfum apa yang cocok untuk saya.

Saya hanya ingin memanjakan diri saya setelah bekerja keras dengan skripsi. Saya ingin menciptakan suasana relaks yang membuat saya juga relaks menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk mempertanggungjawabkan apa yang saya tulis di skripsi saya. Saya sangat percaya bahwa 5 menit pertama orang akan melihat pada penampilan kita. Saya mencoba membuat kesan pertama yang baik di hadapan dosen saya besok dengan mempersiapkan penampilan terbaik. Saya malah melanggar pakem berkemeja putih dibawah jas dengan memakai kemeja merah marun yang menurut saya lebih keren daripada kemeja putih yang membosankan karena dipakai oleh setiap mahasiswa.

Keesokan harinya saya memasuki ruang sidang skripsi dengan agak was-was walaupun sudah mempersiapkan penampilan yang keren. Apa yang diceritakan oleh teman-teman saya tentang ujian skripsi yang mengerikan itu tidak terbukti sama sekali. Saya malah seperti sedang bercakap-cakap dengan dosen penguji mereka. Hangat dan bersahabat. Saya malah sempat berdiskusi tentang masa depan saya dengan mereka. Mereka malah memotivasi saya.

Belakangan ketika pekerjaan saya berhubungan dengan dunia pendidikan, saya menemukan kata kunci tentang kenapa prestasi saya gemilang pada saat SD-SMA dan saya sangat menikmati belajar ketika di akhir-akhir kuliah. Satu kata singkat; Encouragement.

Encouragement
Saya menemukan simpul kata ini ketika saya membaca artikel tulisan Prof. Rhenald Kasali dengan judul yang sama seperti kata pertama sub judul tulisan ini; Encouragement. Artikel itu bercerita tentang pengalaman beliau dengan guru anaknya di Amerika. Pengalaman yang menggambarkan betapa jauhnya cara mendidik guru-guru di sana dengan kebanyakan cara guru-guru di negeri kita.

Ketika saya sedang memberi training atau mendampingi trainer magang di tempat saya bekerja, saya selalu mengingatkan mereka untuk berhati-hati memberikan nilai dan mengoreksi pekerjaan siswa. Mereka kadang protes, mengapa saya memberikan nilai B untuk hasil tulisan siswa jelek dan tidak jelas apa tema dan maksudnya.

Di dalam kelas kami, nilai bukanlah punishment, kami memfungsikan nilai sebagai encouragement. Nilai bagi kami harus bias memotivasi siswa untuk berbuat lebih. Standar nilai yang kami berikan bukan semata-mata berdasarkan hasil pekerjaan siswa tersebut. Kami sangat menghargai proses dan perbedaan individu. Fatih yang belajar denganstart up 1 misalnya, ketika bisa melaju ke standar 4, itu progress yang bagus. Sedangkan Patrick yang nilai start upnya 5 dan melaju ke ke angka 6, itu bukan progress yang bagus. Yang mempunyai nilai yang lebih tinggi adalah siswa yang strat up nya 1 dan melaju ke angka 4. Nilai bagus yang diberikan kepada Fatih adalah encouragement. Biasanya di bawah nilai itu kami berikan komentar dan pujian atau kata-kata motivasi yang mendorong siswa untuk terus meningkatkan prestasi mereka.

Di kelas kami, pada sessi akhir kelas, siswa diminta untuk membuat sebuah karangan dengan bahasa Inggris setiap harinya. Biasanya, siswa akan bersemangat untuk menulis lebih banyak lagi karangan setelah melihat nilai dan kata-kata motivasi di atas hasil karangan mereka. Ketika melihat lagi hasil tulisan selanjutnya di buku karangan mereka keesokan harinya, mereka semakin termotifasi untuk menulis lebih baik ketika mendapatkan nilai yang lebih baik. Pada akhirnya, buku hasil tulisan itu akan menjadi permainan ‘lempar –tangkap’ motivasi antara guru dan murid maupun trainer dan trainee.

Encouragement ini tidak hanya ampuh buat anak-anak. Kebanyakan peserta training saya adalah guru-guru dengan usia 20-56 tahun. Pada awalnya saya sendiri kaget ketika mendapati kaum ‘senior’ tersebut begitu bersemangat. Semangat yang menghilangkan keluhan-keluhan mereka tentang kemampuan belajar dan daya ingat yang menurut mereka semakin menurun karena mereka sudah tua.

Siapa pun orangnya, mereka akan senang dan termotifasi ketika hasil pekerjaannya dihargai. Contoh yang lain adalah dalam dunia kerja. Tak bia dipungkiri, staf yang mendapat penghargaan dari atasannya baik itu berupa pujian ataupun reward dalam bentuk materi akan semakin termotifasi untuk berprestasi.

Kalau anda seorang pendidik, guru, trainer, boss atau atasan, sudahkah anda memberikan encouragement kepada murid dan bawahan anda? Atau jangan-jangan kita ‘membunuh’ karakter  mereka dengan memberikan nilaipunishment? Kita tidak sedang menghasilkan generasi yang bernilai bagus saja, tapi yang paling penting adalah menghasilkan generasi yang berkarakter unggul, karakter yang kompetitif dan penuh motifasi. Kebanyakan karakter positif didapat dari imput yang positif juga@


ERIK MARANGGA
(National Trainer in SBS)

SBS English Creative Malang 
"Kursus Bahasa Inggris Efektif & Cepat dengan metode unik"
Jl. Ijen No 79 Malang 
Telp. 085649755952|PIN : 75B5FEF1
Daftar Online --> www.sbsmalang.blogspot.com
READ MORE - Karena Kita Sedang Membangun Karakter
Sabtu, 02 Agustus 2014

Benarkah program 6 Minggu Bisa itu ter-Cepat?

“Kampoenk jenius menyenangkan metode mengajarnya menarik.  Cuma kadang-kadang agak cepat di Tense”.(Syf. Heni. Alumni Program 6 Minggu Bisa!)

                Benarkah metode Kampoenk Jenius tergolong cepat? 6 minggu bisa sebenarnya bukan program belajar tercepat lho. Dalam buku Fadhilah Amal diceritakan bahwa sekretaris Nabi Muhammad, Zaid bin Tsabit mempelajari sebuah bahasa asing hanya dalam waktu 2 minggu. Yaitu ketika ia mempelajari bahasa Ibrani. Dan saat ia mempelajari bahasa Suryani, ia menempuhnya dalam waktu 17 hari. Konon ia merasa harus menguasainya ketika suatu hari ia menerima surat asing berbahasa tersebut.

                Dan tahukah Anda bahasa Suryani kini sudah punah karena bahasa ini tergolong salah satu bahasa tersulit di dunia, dan sekarang konon sudah punah karena begitu susahnya.   Dan dalam sebuah literature disebutkan bahwa jika diukur tingkat kesulitan mempelajarinya, bahasa Inggris tergolong bahasa menengah ke bawah. Karena di atas bahasa Inggris masih ada bahasa Prancis yang tensesnya jauh labih banyak. Bahasa Rusia yang pengucapannya aneh, bahasa Mandarin yang penuh nada, atau bahasa Arab yang penuh perubahan kata.

                Tapi mengapa kah Zaid bisa menguasainya dalam waktu teramat singkat? Apakah kapasitas otaknya berbeda dengan kita? Atau apakah ia mendapat mukjizat khusus karena ia bersama seorang Nabi? Tentu tidak bukan…

                Konon ketika Zaid mulai mempelajari kedua bahasa asing tersebut, tak ada satu pun sahabatnya yang mengatakan bahwa bahasa itu merupakan bahasa tersulit. Tak ada suara-suara sumbang dan negative di sekelilingnya yang akan mematahkan semangatnya. Tak ada suara –suara yang mencibir kemampuannya untuk menguasai bahasa tersebut…  Tapi yang ada  adalah restu para sahabat pada nya agar sukses mendalami bahasa Yahudi tersebut. Yang ada adalah semangat membara di dadanya agar ia segera menguasai bahasa tersebut agar ia bisa memahami surat-surat asing yang masuk. Agar ia bisa melindungi dan memperlancar kepentingan sang kekasihnya, Sang Nabi.

                Ini berbeda jauh dengan kita ketika akan mempelajari bahasa asing, termasuk bahasa Inggris. Orang-orang terdekat kita akan mewanti-wanti betapa susahnya bahasa ini. Bahkan termasuk guru, orangtua, teman-teman atau suami/istri kita.

                Kemudian jika Zaid mempelajarinya dengan tujuan jelas demi kecintaanya pada Sang Nabi, namun kita kadang mempelajari bahasa asing dengan keterpaksaan, ketidaksukaan, dan bahkan penuh gerutuan…. Jika begini ceritanya, maka apa pun yang akan kita pelajari tentu akan gagal. Jadi ini bukan masalah kapasitas otak. Ini masalah mental belajar, bukan? @


YUNSIRNO.
Penemu Metode Kampoenk Jenius





SBS English Creative Malang 
"Kursus Bahasa Inggris Efektif & Cepat dengan metode unik"
Jl. Ijen No 79 Malang (Resto Dimsumsoe lantai 2 )
Telp. 085649755952|PIN : 75B5FEF1
READ MORE - Benarkah program 6 Minggu Bisa itu ter-Cepat?
Template oleh Blog SEO Ricky - Support eva fashion store